Judi Poker Domino 99 Online Agen Poker Domino QQ Online

Agen Poker Domino QQ Online Agen Judi BandarQ Poker Domino Online Indonesia

Agen Togel Nasional Online cyber303.com

Bandar Poker BandarQ Online ituPoker Judi Poker Domino 99 Online

Bola168 Agen Judi Bola, Bandar Bola, Agen Bola, Sbobet, Ibcbet , Piala dunia 2018 Hdpbet.com agen judi online, bandar judi online, Togel Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Bandar Sakong RGOBET PAMANTOGEL Senior Bandar Togel Online Terpercaya + 14 Permainan LIVE CASINO Space Iklan Texaspoker Wigobet

Cerita Dewasa Akhir Sebuah Penantian

Discussion in 'Cerita Dewasa' started by mayaak, Oct 4, 2018.

  1. mayaak

    mayaak Member

    [​IMG]

    Cerita Dewasa Akhir Sebuah Penantian – Sebuah pesan singkat tiba-tiba masuk ke inbox Citra. Pesan singkat dari Seto maryadi, suami dari Anissa Rumina.

    “Eh Seto.. Aku baik-baik saja kok…” Balas Citra singkat.
    “Maaf ya mbak tentang kejadian kemaren…” Pesan Seto lagi.
    “Hihihi… Iyaa…”
    “Sepertinya aku terlalu kelewatan mbak…”
    “Halah… santai saja Set…Mbak nggak apa-apa kok…”

    Sebenarnya Citralah yang harusnya berterima kasih pada Seto. Gara-gara melihat photo penisnya, Citra bisa mempunyai mainan baru yang bisa memuaskan dahaga birahinya setiap saat. Mainan itu adalah penis Pak Utet. Yah, walaupun kelihatannya penis Pak Utet tak sebesar penis Seto, tapi paling tidak, penis lelaki tua itu lebih besar dari milik mas Marwan.

    “Enggak mbak… Aku harusnya minta maaf….”
    “Haduuh…Apaan sih Set… Udah udah. Nggak usah dipikirin lagi kali… Hihihi…”.
    “Aku khawatir kamu marah mbak. Soalnya beberapa hari ini kamu sama sekali nggak ngabar-ngabarin aku…” Jelas Seto, “Apalagi sekarang kalo aku lihat… Kamu sudah punya gandengan baru..”
    “Gandengan baru…?” Tanya Seto penasaran.
    “Iya… Bapak-bapak tua yang setiap hari selalu datang kerumahmu pagi-pagi….”
    “Owalaaaah…. Itu mah Pak Utet.” Jelas Citra, “Dia cuma mbantuin aku nganter jemput ke kantor aja kok…. Nggak lebih” Bohong Citra. Tak mungkin ia menceritakan kenakalan dirinya dengan Pak Utet.
    “Tukang ojek…?”
    “Hihihi.. Iya deh… Tukang ojek..”
    “Masa cuman tukan ojeh sih mbak…? Kok sepertinya kamu mesra sekali ama lelaki tua itu…?”
    “Hihihi… Cembuuruuu nih yeee…” Goda Citra.

    “Hmmm Enggak sih.. Belom…” Jawab Seto sok tak peduli.
    “Hihihi… Beneran nih nggak cemburu…?”
    “Hmmm. Dikit sih…. Hehehehe…” Kata Seto mengaku,” Tapi walau cuman ojek, belakangan ini aku jadi nggak bisa nganter bidadariku mbak. Aku kangen ama bidadariku yang cantik…” Puji Seto mulai melancarkan jurus rayuan mautnya.
    “Halaaaah… Mulai deh… Gombalnya keluar….”
    “Beneran mbak. Aku kangen pelukanmu…..”
    “Hihihi… Bilang aja kamu pengen ngerasain empuknya tetek besarku… Iya khaaaaann..? Ngaku ajalaaah… Hihihi….” Celetuk Citra vulgar.
    “Hehehehe…. Iya sih…. Kangen empuknya….”
    “Lagian… Kamu sendiri juga nggak pernah ngabarin aku..”
    “Iya mbak maaf…. Khan udah aku bilang tadi… Aku pikir, aku agak keterlaluan ketika mengirim photo kontolku ke kamu.. ” Jelas Seto lagi, “Karena setelah itu, mbak sama sekali tak pernah membalas pesan-pesanku lagi…”.

    “Kamu ternyata perhatian sekali ya Seto…” Batin Citra. Sebenarnya bukan Citra yang tak mau membalas. Melainkan ia benar-benar tak memiliki waktu untuk bisa bermesum ria dengan handphonenya lagi. Terlebih dengan adanya Pak Utet di sekitarnya yang selalu meminta jatah ketika mereka sedang sendiri di kantor.

    Videonya

    Film Bokep

    Sumber
     

Share This Page