Judi Poker Domino 99 Online Agen Poker Domino QQ Online

Agen Poker Domino QQ Online Agen Judi BandarQ Poker Domino Online Indonesia

Agen Togel Nasional Online cyber303.com

Bandar Poker BandarQ Online ituPoker Judi Poker Domino 99 Online

Bola168 Agen Judi Bola, Bandar Bola, Agen Bola, Sbobet, Ibcbet , Piala dunia 2018 Hdpbet.com agen judi online, bandar judi online, Togel Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Bandar Sakong RGOBET PAMANTOGEL Senior Bandar Togel Online Terpercaya + 14 Permainan LIVE CASINO Space Iklan Texaspoker Wigobet

Cerita Panas Gedenya Kontol Pak Polisi

Discussion in 'Cerita Dewasa' started by mayaak, Oct 23, 2018.

Tags:
  1. mayaak

    mayaak Member

    [​IMG]

    Cerita Panas Gedenya Kontol Pak Polisi – Perkenalkan, namaku Marni, umurku 28 tahun. Orang mengatakan aku adalah janda kembang, selain karena parasku yang cantik, tubuh seksi, juga karena aku belum dikaruniai anak dari pernikahan dengan suami ku terdahulu yang hanya berumur 1,5 tahun. Aku cerai ketika berumur 26 tahun, dikarenakan tidak tahan dengan perlakuan mantan suamiku yang kasar dan tidak perhatian. Tinggi tubuhku 168 cm, dengan ukuran buah dada yang serasi, dan bentuk yang masih sangat bagus serta kencang dan montok. Mungkin karena aku rutin olahraga tiap minggunya, juga pola makan yang sehat. Aku bekerja sebagai pengusaha kue di suatu kota di Jawa Timur. Kali ini akan aku ceritakan kisah yang tidak akan aku lupakan sepanjang hidup.

    Langit semakin kelabu, mendung bergulung-gulung mulai memenuhi langit kota.

    “Aku harus segera mencari tempat berteduh,” pikirku.
    Aku pacu motor maticku dengan tergesa sambil memperhatikan apabila ada tempat yang bisa dijadikan berteduh. Namun, sial bagiku, tak lama setelah itu hujan turun dengan lebatnya, membuat pakaianku basah tak tersisa. Dan tentu saja membuat pakaian dalam yang aku kenakan saat itu tercetak dan terlihat jelas dari luar. Hujan turun begitu derasnya, petir menyambar nyambar, tak mungkin aku meneruskan perjalanan. Walaupun dengan pakaian yang sudah basah kuyup, aku tetap memutuskan untuk berteduh. Akhirnya aku menemukan tempat juga.

    Di emperan toko yang sudah tutup itu aku istirahatkan tubuhku dari terpaan air hujan. Tidak ada siapa-siapa di situ, sambil menunggu hujan reda, aku periksa kembali isi jok sepeda motorku, barangkali ada lap bersih yang bisa aku gunakan untuk handuk. Ahh, sial ternyata tidak ada satupun. Sambil meratapi hujan dalam kedinginan itu, aku dikagetkan oleh pengendara lain yang berteduh di tempat itu. Ternyata ia seorang polisi, tergambar dari seragam coklat yang ia kenakan. Mataku terus mengikuti laju motor yang ia gunakan, hingga terparkir dan dimatikan mesinnya oleh empunya.

    Polisi tersebut segera melepas helmnya, orangnya sudah cukup berumur, tergambar dari beberapa uban yang terlihat di rambut cepaknya, kutaksir umurnya sekitar 40 an. Kumisnya tebal, dan di pipi dan janggutnya terdapat bekas cukuran brewok yang mulai tumbuh tipis. Tatapannya ramah, sekilas mirip satu tokoh polisi yang kerap aku lihat di televisi. Ahh, namun aku lupa siapa namanya. Orangnya berwibawa, mungkin karena tubuhnya yang tinggi besar dan ditambah kumis tebalnya itu.

    “Mbak, mbak.” Tiba-tiba aku tersadar dari lamunanku. Ternyata bapak polisi itu telah berdiri di hadapanku.

    “Oh iya Pak, maaf-maafkan saya melamun.”
    “Ikut berteduh juga ya mbak, saya tadi pulang kerja, kehujanan ditengah jalan, tidak sempat memakai mantel, katanya sambil mengelap air di tangannya.”
    “Oh iya Pak, silahkan, saya juga berteduh kok di sini, tadi lupa tidak bawa mantel, hehehe,” Jawabku sekenanya.

    Dari obrolan ngalor-ngidul kala menunggu hujan reda itulah aku mulai mengenal beliau, Namanya Pak Broto, umurnya sekitar 44 tahun, beliau bekerja sebagai polisi. Orangnya tinggi, mungkin sekitar 175 cm, badannya juga besar, masih bagus untuk orang seumuran beliau, ototnya tercetak pada bajunya yang basah saat itu. Perutnya sedang, tidak terlalu buncit. Tangannya berbulu lebat, semakin terlihat ketika terkena air hujan pada sore itu.

    Videonya


    Film Bokep

    Sumber
     

Share This Page