Judi Poker Domino 99 Online Agen Poker Domino QQ Online

Agen Poker Domino QQ Online Agen Judi BandarQ Poker Domino Online Indonesia

Agen Togel Nasional Online cyber303.com

Bandar Poker BandarQ Online ituPoker Judi Poker Domino 99 Online

Bola168 Agen Judi Bola, Bandar Bola, Agen Bola, Sbobet, Ibcbet , Piala dunia 2018 Hdpbet.com agen judi online, bandar judi online, Togel Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Bandar Sakong RGOBET PAMANTOGEL Senior Bandar Togel Online Terpercaya + 14 Permainan LIVE CASINO Space Iklan Texaspoker Wigobet

Cerita Sex Kegalauan Citra

Discussion in 'Cerita Dewasa' started by mayaak, Oct 4, 2018.

Tags:
  1. mayaak

    mayaak Member

    [​IMG]

    Cerita Sex Kegalauan Citra – Sambil tersenyum, Citra hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Seto. Lelaki yang akhir-akhir ini begitu menyita waktu dan ruang di hatinya. Suami Anissa itu terlihat begitu lucu, menyenangkan dan enak diajak menghabiskan waktu.

    Jarum jam di pergelangan tangan Citra sudah menunjukkan pukul 21.30, itu artinya malam sudah semakin larut. Mendadak, senyum diwajahnya menghilang, tergantikan dengan kerutan tipis didahinya.

    Citra sadar jika sebentar lagi, mereka harus mengakhiri pertemuan ini. Pertemuan sepulang kerja yang setidaknya sudah berjalan sekitar dua minggu. Pertemuan sayang sepasang lelaki dan perempuan yang masing-masing dari mereka sudah memiliki keluarga.

    Sekilas, Citra melirik layar di handphonenya. Sama sekali tak ada kabar dari Marwan, yang ada justru SMS mesum dari Pak Darjo, si pemilik rumah kontrakan.
    “Hallooo Mbak Citra cantik…. Sedang apa …?”
    “Mbak Citra, kebetulan aku lewat depan rumahmu… Aku mampir yaaa…?”
    “Mbak… Rumahnya kok kosong…? Kata ibu sebelah, suamimu sedang keluar kota ya…? Padahal aku sedang ada perlu ama Mas Marwan…”
    “Mbak Cantik… kok SMSku nggak dibales….?”
    “Mbak Sayang… Berhubung suamimu nggak dirumah, ntar malem aku temenin yaaa.. Pasti kamu kesepian…”
    “Mbaaaakkkk….Kamu pulang jam berapa…?”

    Walau Pak Darjo berulang kali mengirimkan SMS, Citra sama sekali tak menghiraukannya. Pikirannya kalut.

    “Sialan…Tahu jika dirumah tak ada Mas Marwan…. Pak Darjo pasti ingin meminta jatah tutup mulutnya…” Batin Citra. “Lelaki gendut itu pasti ingin meniduriku…” Mendadak ada sebuah ketakutan dihati Citra. .

    “Kenapa mbak….? Kok mukanya pucet gitu…?” Tanya Seto lirih.
    “Eee… Nggak ada apa-apa kok Set….” Jawab Citra sambil buru-buru mematikan handphonenya lalu memasukkannya ke dalam tas.
    “Bener nggak ada apa-apa…?”

    Diam, Citra menggeleng-gelengkan kepalanya.

    “Aku malas pulang Set…” Kata Citra pelan.
    “Loh kok….? Ntar dicariin suamimu loh…”

    Citra diam lagi, menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya pelan.

    “Mas Marwan malam ini nggak pulang….” Jelas Citra, “ Malam besok juga… Dan malam besoknya lagi.. Malam besoknya lagi… Dia kira-kira semingguan dikota….”
    “Oooowww…” Ucap Seto sambil menenggak es teh disampingnya, “GLEG GLEG GLEG…”

    “Set…”
    “Iya mbak..”
    “Kalo kita nggak usah pulang gimana?” Tanya Citra, “ Kamu mau nemenin aku nggak…?”
    “Maksud Mbak nginep…?” Tanya Seto balik.

    Citra tak menjawab, hanya mengangguk pelan. Berharap Seto menyetujui idenya.

    “Beneran kamu mau nginep…?”“

    Lagi- lagi Citra menganggukkan kepalanya.

    “Hmmm… Aku sih bisa saja mbak… Kebetulan Anissa juga masih mudik kekampungnya… Jadi aku bebas malam ini…”
    “Waahhh… Cocok donk….” Ucap Citra, “Jadi bisa dong kamu nemeni aku…?”
    “Hehehe… Buat bidadari kaya kamu mah… Apa sih yang nggak…?”
    “Hihihi… Gombal….” Canda Citra, “ Tapi….Tapi…. Aku nggak tahu harus nginep dimana Set… Aku khan belum pernah minggat….”
    “Hehehe… Tenang saja mbak… Kalo urusan nginep, serahkan saja padaku mbak… Aku kenal banyak manager hotel….”
    “Hihihihi… Iya percaya…. Secara cowok playboy kaya kamu nggak mungkin nggak punya banyak kenalan orang hotel..” Celetuk Citra.
    “Hahahaha…. Ketahuan deh….”
    “Dasar cabul… Tapi Set… Aku nggak mau kalo kita nginep dihotel… Aku takut… Akhir-akhir ini khan banyak penggerebekan….”
    “ Trus gimana mbak…?” Tanya Seto bingung.
    “Aku juga nggak ngerti…. Terserah kamu ajalah Set… Aku mah nurut saja…”
    “ Hmmmm…. “

    Sejenak, Seto terdiam. Matanya berputar-putar menatap plafon. Berusaha mengingat-ingat tempat yang paling pas untuk mereka singgahi malam ini.

    Videonya

    Film Bokep

    Sumber
     

Share This Page